Friday, September 4, 2009

8 Cerita Tentang Indomaret dan Alfamart

Apakah anda berminat memulai usaha waralaba retail seperti Indomaret dan Alfamart? 8 cerita ini mungkin bisa bermanfaat untuk anda. Cerita-cerita ini saya ambil dari berbagai sumber di Internet. Mudah-mudahan yang punya tulisan ikhlas tulisannya dikutip tanpa ijin dan mudah-mudahan menjadi amal jariah bagi penulisnya.

Cerita 1 (Pengalaman Indomaret Beranak Pinak)
Tapi, aku tertarik dengan indomaret..kebetulan aku belajar dari teman aku :
Dia beli indomaret, take over tahun 2006, harganya sekitar 420juta, dengan pendapatan sebuln sekitar 8juta..Tapi setelah tahun kedua..pendapatanya bisa naik,,sampai 17juta sebulan.
Akhirnya dia ambil lagi toko indomaret yang takeover..tahun 2007..dengan harga 570juta..dengan KREDIT dari BANK...Yang dijadikan angsuran ya pendapatan Toko Pertama..Bulan lalu(toko ketiga dia)..diaambil lagi indomaret Take over, dengan KREDIT DARI BANK lagi...dengan pakai angsuran pendapatan Toko ke dua...Nah...kalau kita pinter pinter milih lokasi...maka pendapatan akan
growth..Toko indomaret bisa beranak pinak..dengan menggunakan kredit dari bank..
Dan kita gak perlu ngapain2 koq..tetep sebagai karyawan..Kerja biasa.. Karena mereka sudah punya sistem.. Sebagai informasi, dari ribuan toko waralaba indomaret...yang punya hanya ratusan orang...krena itu tadi..BERANAK PINAK DENGAN KREDIT BANK...

Cerita 2 (Antara Indomaret dan Alfamart)
Modal awal pasti lebih dari 300jt, 3tahun lalu sekitar 500an. Keduanya sama baiknya. Keduanya sama sama mau membangun dari tanah kosong. Kalau di Indomaret, kontrak 10 tahun dibayar 5 tahun dulu, sedang yang 5 tahun kedua akan dibayar pada akhir tahun ke 2. Bila sampai akhir tahun ke2 nggak bayar berarti kontraknya hanya 5 tahun.
Kedua-duanya minta tambahan waktu 3 bulan, untuk persiapan pembangunan dan pembersihan. Minta proposalnya aja. Kalau nggak salah uang 540jt kembali dalam 5 tahun dengan target per hari 7-8jt (ini hitungan 3thn yang lalu)
Saran saya : hubungi salah satu, tunggu disurvey, setelah itu hubungi
yang lain. Hasil survey diadu, yang paling murah yang diambil. Kalau lokasi strategis keduanya pasti berebut dan anda yang untung.

Cerita 3 (Pengalaman dari Awal, Perbedaan Take Over dan Milik Sendiri)
Keputusannya mengambil alih toko Indomaret yang sudah jalan baik pun dimaksudkan untuk memperkecil pekerjaan mengawali bisnis dan risikonya. “Kalau memulai dari awal, saya harus melakukan survey dulu tentang bagaimana pasarnya, berapa sewa toko dan sebagainya. Bisa saja ketika saya telah membuka toko di suatu tempat, ternyata pasar di daerah itu kurang mendukung. Karena itu saya berusaha memotong risiko yang mungkin terjadi di awal dengan mengambil alih toko yang telah berjalan,” katanya memberi alasan.
Di atas kertas, sebuah toko Indomaret dapat balik modal dalam waktu 44 bulan. Menurut Zeda, hal itu hanya merupakan pegangan, karena salah satu tokonya yang berlokasi di Anyer bisa balik modal hanya dalam waktu 22 bulan. Di sisi lain, ada pula toko milik Zeda yang berada di Jakarta, sudah hampir lima tahun belum balik modal lantaran persaingan sangat ketat dengan tiga toko Alfamart di sekitarnya.
Ketika tiga toko Alfamart itu belum ada, omset toko Indomaret milik Zeda dapat mencapai 18 juta per hari, tetapi sekarang hanya Rp.6 juta. Bukan masalah bagi Zeda, sebab ia memiliki 8 toko yang secara keseluruhan performanya sangat baik. Meskipun satu tokonya membutuhkan waktu cukup lama balik modal, toko lainnya dapat menutupinya dengan payback period yang lebih cepat. “Jadi bisa ada subsidi silang dari satu toko dan toko lainnya,” ujar Zeda.
Sekarang Zeda tidak mau lagi membeli secara takeover toko Indomaret, karena pihak Indomaret sendiri juga mendorong investornya yang sudah cukup matang agar mulai berinvestasi dari awal. Biaya investasi untuk sebuah toko Indomaret dari awal sekitar Rp.300 juta, sedangkan untuk toko yang sudah berjakan dan di takeover dari Indomaret harganya dapat mencapai Rp 400-600 juta untuk di daerah Jabodetabek. Sementara di luar Jabodetabek harga takeover dapat mencapai Rp 800-900 juta. Lebih mahalnya harga di luar Jabodetabek terkait dengan biaya-biaya yang masih lebih murah daripada Jabodetabek, sehingga keuntungan yang diperoleh toko pun bisa semakin tinggi.
Ia menambahkan, kontribusi pendapatan terbesar usahanya berasal dari franchise yang berada di Serang, yaitu di Anyer dan Sunan Ampel. Di kedua tempat itu margin profit yang diperoleh masing-masing dapat mencapai 7 % per bulan. Sementara itu omset terendah tokonya Zeda sekitar Rp.7 juta/hari, dan yang paling tinggi Rp 13-14 juta/hari terutama toko Indomaret nya di Serang.

Cerita 4 (Info Take Over)
Untuk mekanisme take over intinya kami menawarkan toko Indomaret milik kami sendiri yang kami anggap sehat. Besaran investasi take over berkisar 500 jt - 1 M berdasarkan besar kecilnya laba toko yang bersangkutan.
Untuk pembayarannya harus selesai sebelum tanggal pengalihan yang sudah disepakati.
Kriteria toko yang dapat ditakeoverkan haruslah toko yang memenuhi kriteria sbb: omzet sehat, sewa tercover 5 th kedepan, perijinan oke.
Dalam hal ini tidak ada sistem bagi hasil, jadi kalau kepemilikan toko ini milik Bapak maka seluruh keuntungan masuk ke "kantong" Bapak sendiri.
Untuk semua manajemennya sudah dilakukan oleh pihak Indomaret, seperti pengiriman barang, laporan keuangan, pajak, harga barang, penggajian karyawan, promosi, dll, shg dapat dikatakan pihak investor bersikap pasif pun tidak ada masalah.
Untuk laporan keuangan akan kita kirimkan setiap bulan tetapi untuk pembagian keuntungan akan kami bagikan setiap akumulasi 3 bulanan.

Cerita 5 (Pengalaman Take Over dan Milik Sendiri
Gue punya 2 indomaret.. satu buat di rumah sendiri habis 400jutaan, satu gue beli indomaret takeover di surabaya harganya 405juta tapi tempatnya sewa. Gue dapat bagi hasil setiap 3 bulan gerai yang buat dirumah gue rata sebulannya dapat 14 juta, lumayan gede karena ada di kota kediri yang notabene jarak 2 km baru ada minimarket (karna perdanya gitu). Gerai yang gue beli takeover disurabaya rata2x perbulannya menghasilkan 9juta. Perbulan gue dapat rata2x 23 juta...
Enaknya di indomaret atau alfamart kita sebagai investor kagak perlu cawe2x semua yang ngurusin mereka.. pembagiannya setiap tiga bulanan... bahkan banyak investor indomaret atau alfamart yang tidak pernah mengunjungi sendiri lokasinya,, karena jauh.. banyak orang jakarta beli indomaret di daerah2x kayak jember, tulung agung

Cerita 6 (Sejarah Persaingan Indomaret vs Alfamart)
Dahulu katanya,Indomart mau di jual ke sampurna group.tapi entah kenapa pihak indomart membatalkan proses penawaran, mungkin dipikirnya Indomart akan lebih besar lagi kalo di kelola sendiri(pangsa pasar mini market masih banyak karena bisa dihitung dengan jari jmlh mini market, secara dulu jaman pak harto dilarang geto...)
Nah samoerna group katanya seh berang karena indomart gak jadi di jual,tp menurut gw samporna ngiler liat potensi pasar mini market,nah akhirnya pihak sampoerna berfikiran Tanpa Indomart Kita mampu membangun merk sendiri, nah makanya pihak sampurna Ndiriin/membangun merek mini market alfa mart.
NAh Klo kenapa Alfa mart deketan ama Indomart itu menurut gw ada alesannya juga (ktnya ada yg bilang bos alfa mart kesel krna indomart g jadi di jual dan sebagai balas dendam dia bangun alfa mart deket sama indomart buat bikin bangkrut indomart)
Gw bilang itu salah.. Kenapa...?? Perhatiin kondisi sekarang adalah Alfamart bertahan Indomart juga tetep survive..
Ini pinternya manajemen Alfamart Dari pada dia melakukan riset memakan biaya yang mahal lebih baik dia bangun alfamart bersebelahan dengan Indomart (Gak bakalan rugi,toh yang beli pastinya banyak juga,pasarnya masih sangat banyak)
NAH gitu deh.. kenapa Alfamart Ada Indomart juga ada.. ngomong ngomong kasian warung bang ucok ya...

Cerita 7 (Mengembangkan Alfamart Dengan Bantuan Bank)
ngambil pinjaman bank, dengan jaminan properti, untuk invest di Alfamart. Bisa ngak ya....??? BISA.....!!! dan saya pernah melakukannya...!!! gimana cara saya melakukannya....???
ALFA ke-1 saya beli dengan tunai. Tapi bukan a/n saya sebagai pribadi tapi a/n PT.
Jadi saya membentuk PT dan dengan badan usaha tsb saya ambil ALFA ke-1.
Tujuan pembentukan PT antara lain;
- untuk mulai membangun track-record badan usaha.
- untuk status (saya adalah Dirut dan owner dari PT tsb).
Lalu.... catatan keuangan Alfa ke-1 saya gunakan sebagai catatan keuangan PT saya.
catatan:
setiap bulan saya menerima laporan Keuangan toko Alfa ke-1, dan laporan tsb sudah mengikuti kaidah pembukuan yang baik dan benar.
ALFA ke-2 saya ambil dengan menggunakan pinjaman bank, -/+ 2 tahun setelah Alfa ke-1. Modal Alfa ke-2 ini adalah: 20% modal sendiri yang saya terima (hasil usaha) dari
Alfa ke-1. 80% adalah Kredit Investasi (untuk PT/badan hukum) dari Bank Bukopin, dengan jaminan properti yang saya miliki.
JADI praktis sebenarnya untuk Alfa ke-2 saya tidak menggunakan uang saya sendiri.
YANG MENARIK....!!!
- PASSIVE INCOME. Alfamart adalah waralaba yang "full operated by master franchise".... akibatnya, ... saya punya biz, punya PT, punya karyawan, punya laporan keuangan, punya income..... TANPA BEKERJA.... inilah Passive Income.
- LEVERAGE.
+ dari Alfamart.... cashflow, laporan keuangan, karyawan dari biz tsb (Alfamart).... adalah (saya gunakan) sebagai track record PT/badan usaha saya.
+ properti yang saya jaminkan pun saya sewakan. Jadi properti ini menghasilkan 2 income yaitu dari hasil-sewa dan dari hasil usaha Alfa.

Cerita 8 (Kiat Sukses Men-Take Over dan Mengembangkan Alfamart)
Tidak keliru Budi Rachmat lebih suka membeli hak waralaba dari hasil takeover. Berdasarkan pengamatannya, apabila mengambil alih usaha waralaba minimarket Alfamart yang sudah jalan, bisa diprediksi prospeknya. Dengan strategi itu, tidak mustahil ia mampu mencapai waktu pengembalian modal (pay back period) setahun lebih cepat dari yang ditargetkan franchisor, yakni selama 3,5 tahun.
Budi bercerita, pada mulanya prinsipal Alfamart menyodorkan beberapa alternatif lokasi. Namun, ia lebih tertarik di daerah Bendungan Jago, Kemayoran, yang dianggapnya lebih potensial karena letaknya di pinggir jalan besar. Benar saja. Begitu gerai Alfmart itu diambil alih olehnya tahun 2003, omset yang dibukukan cukup memuaskan: Rp 15-18 juta/hari atau Rp 300-450 juta/bulan. Dari omset sebesar itu, ia mengaku meraup keuntungan bersih Rp 5-5,5 juta/bulan. Adapun nilai investasi satu gerai Alfamart yang sudah diinjeksikan Budi tercatat Rp 450 juta. Rinciannya: Rp 50 juta fee waralaba untuk masa kontrak lima tahun; Rp 200 juta set up toko; dan Rp 200 juta untuk sewa tempat.
Sukses dengan waralaba yang pertama, Budi tergoda untuk membuka gerai Alfamart yang kedua dan lebih gede pada 2005 dengan investasi Rp 750 juta. Lokasinya di Kedung Halang, sekitar Jl. Raya Bogor-Jakarta. “Di gerai kedua ini untungnya lebih bagus lagi, bisa Rp 13 juta per hari, karena lokasinya di tepi jalan besar,” papar mantan karyawan Unilever yang kini memutuskan totalitas mengelola langsung usaha waralaba minimarket-nya. Itulah sebabnya ia yakin periode pengembalian modal di gerai kedua ini akan dicapai dalam tempo lebih cepat lagi dari (yang pertama) 2,5 tahun.
Strategi yang dilancarkan Ari tak jauh berbeda dari Bambang dan Budi. “Pertama, jangan terlalu keenakan dengan sistem yang sudah ada,” katanya mengingatkan. Maklum, biasanya dengan sistem franchise SOP sudah ada, sehingga investor enggan mencari tahu lagi keinginan pelanggan seperti apa. Maka, Ari selalu mewajibkan diri sendiri dan rekannya untuk paling tidak 2-3 hari sekali mengecek kondisi di masing-masing gerai. “Dengan begitu, kami tahu langsung masalahnya di mana. Pegawai pun jika tidak didatangi langsung, tidak akan berterus terang kendala yang dialami apa saja,” kata Ari. Kiat kedua adalah ciptakan variasi atau kreasi baru yang lain dari standar yang sudah diberikan franchisor. Ari kerap memberi gimmick berupa hadiah kecil, seperti stiker bagi pelanggan loyal. “Kami melihat ini cukup efektif menarik konsumen. Dan baru kami saja investor yang melakukan model hadiah seperti ini,” Ari mengklaim dengan nada senang.


Artikel Lain Yang Berhubungan
Tanya Jawab Seputar Alfamart - Indomaret
Perkiraan Keuntungan Alfamart/ Indomaret

5 comments:

  1. cerita ke5

    modal 405 juta
    bagi hasil perbulan 9juta.

    jadi butuh 45 bulan atau 3,75 tahun buat BEP.

    sampai akhir masa kerjasama franchise ( 5 tahun) juga dengan asumsi masa optimal pasar,

    akan menghasilkan ( 9 x 60 bulan ) - 405 = 135juta ( setara dengan profit 33,3% per 5 tahun atau 6,66% setahun ).

    ReplyDelete
  2. kok kecil ya profitnya dibanding Sukuk dan SUN?

    ReplyDelete
  3. sistem bagi hasilnya bagaimana berdasarkan omset perbulan??berapa persen dr omset perbulan yang diterima pihak franchisee

    ReplyDelete
  4. ga yakin saya klo sebulan omset 9 juta. saya percaya klo 9 juta itu omset perhari gan.

    ReplyDelete
  5. Hebatnya klo blanja gunakan kartu Indomaret, Knapa ? SOalnya tu kartu bisa untuk bayar cicilan, listrik, air. Lebih dahysat lagi setiap digunakan min 31rb kita punya tabungan 7 juta yang kelak bisa diambil. Klo gak percaya kunjungi deh http://tinyurl.com/alfaindo

    ReplyDelete